Sosialisasi Uji kompetensi Sertifikasi Profesi dari LSP UNM di Fakultas MIPA UNM
Uji kompetensi merupakan salah satu uji yang dilakukan kepada mahasiswa atau asesi agar memperoleh sertifikat kompetensi untuk dapat dipakai melamar pekerjaan di perusahaan tertentu ketika sudah menyelesaikan studi. UNM dalam hal ini menggratiskan sekitar 1500 orang mahasiswa dalam lingkungan UNM pada tahun 2026 dibawah koodinasi LSP agar mahasiswa memperoleh sertifikat kompetensi yang dapat dikonsultasikan kepada Prodinya masing-masing sesuai skema sertifikasi yang ada di LSP UNM. Rencana kegiatan pendaftaran uji kompetensi bagi mahasiswa melaui biaya BOPTN pada bulan Februari - bulan Maret 2026 papar Ketua LSP UNM. Mahasiswa yang diharapkan mengikuti uji kompetensi adalah minimal semester 7, sehingga jika selesai studi sarjana, mereka tidak begitu lama menunggu sertifikat kompetensi yang dapat dipergunakan ketika mencari kerja. Bagi dosen pada masing-masing prodi dapat mengajukan 1 (satu) atau lebih skema uji kompetensi (MUK) dengan minimal 2 orang dosen penanggung jawab skema. Skema yang diajukan dapat berupa model, metode ataupun kegiatan lainnya sesuai profil prodi kemudian diajukan ke LSP UNM. Kegiatan pelatihan yang telah dilaksanakan oleh FMIPA UNM yang dibuka secara langsung oleh Bapak Dekan FMIPA UNM yang diwakili oleh Bapak Wakil Dekan 3 FMIPA UNM Prof.Dr.Uca Sideng,M.Si. pada beberapa pekan lalu hari Rabu,28 Januari 2026 di ruangan Rapat Senat Lantai 2 Gedung Menara FMIPA UNM, dengan pemateri utama Ibu Ketua LSP UNM Prof.Dr.Lu'mu,M.Pd. dan didampingi oleh mantan Ketua LSP UNM Ibu Prof. Dr. Nurkhasanah, M.Pd. Dalam sambutannya Beliau bahwa uji kompetensi merupakan salah satu dalam menilai seseorang dalam melaksanakan tugas berupa pengetahuan, sikap dan perilaku. Hadirnya mahasiswa sebagai peserta merupakan sosialisasi dalam mengenalkan betapa pentingnya uji kompetensi masing-masing mahasiswa yang dapat memudahkan ketika mendaftar pada perusahaan yang membutuhkan keahlian tertentu dan sebagai alat untuk melakukan validasi kemampuan seseorang sehingga seorang direktur perusahaan bisa menilai. Pada kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah fungsionaris mahasiswa dalam lingkup FMIPA UNM sekaligus mewakili masing-masing Jurusannya dan para pimpinan fakultas dan pimpinan jurusan dan 2 asesor dari FMIPA yang lolos RCC dari BNSP Ibu Prof.Dr.Hasri,M.Si. dan Bapak Dr.Muhammad Syahrir,M.Si.. Pertemuan ini sangat menarik yang ditandai dengan antusias beberapa pimpinan jurusan mengajukan pertanyaan terutama bagaimana mengajukan skema baru pada prodi masing-masing yang dapat diterima di BNSP dan bagaimana mendapatkan pendanaan dalam mendukung kegiatan secara berdampak. Alur pengajuan skema baru melalui prodi masing-masing kemudian diusulkan ke LSP melalui fakultas masing-masing, kemudian pihak LSP merekap dan mengusulkan ke BNSP untuk mendapatkan persetujuan pembukaan skema Materi Uji kompetensi (MUK) yang baru. Penanggung jawab materi uji kompetensi maksimal 2 orang yang akan diberikan pelatihan atau workshop dan difasilitasi oleh LSP selama beberapa pekan kemudian nanti akan dilakukan pengujian masing-masing penanggung jawab skema apakah kompeten atau tidak kompeten sebagai calon asesor dari skema yang diajukan. Jika para penanggung jawab skema sudah kompeten melalui uji kompetensi, maka mereka diajukan oleh LSP UNM ke BNSP untuk memperoleh sertifikat kompetensi sehingga layak menjadi asesor dalam melakukan pengujian kepada mahasiswa yang mendaftar sesuai skema MUK yang ada. Semakin banyak skema yang lolos semakin besar peluang mahasiswa dalam memilih skema sesuai profil prodi masing-masing. Saat ini pihak LSP UNM telah menyediakan sejumlah skema yang dapat dipilih oleh mahasiswa dalam melakukan uji kompetensi. Semoga kegiatan ini bernilai ibadah dan sukses selalu, aamiin.
Dr.Muhammad Syahrir,S.Pd.,M.Si.
2/9/20261 min read
Konten postingan
