Antara Ilusi Positif dengan Elusi Pelarut

Alhamdulillah pada pertengahan Ramadhan 1447 H mungkin kita semua sudah membaca tulisan Prof Hamdan setiap hari selama bulan ramadhan sampai hari kemarin, berbeda dengan hari ini hanya meneruskan dari yang mengomentari tulisannya yang lalu oleh Prof Irawan Yusuf (Guru Besar Fisiologi FK Unhas). Salah satu tulisan Beliau yang menarik sampai guru besar unhas ikut berkementar adalah ilusi positif edisi (3/3/2026) selama dua hari yaitu berkhayal sesuatu yang bersifat positif terhadap kehidupan yang akan dialami pada seseorang. Berbeda dengan hari ini hanya menaikkan tulisan dari hasil komentar para nitizen terutama dari salah satu Guru Besar Fisiologi FK Unhas di atas mungkin tulisan ini sepertinya agak berkualitas dan dibutuhkan oleh khalayak nitizen. Berdasarkan hal tersebut istilah Ilusi positif biasa pula digunakan dalam mempelajari materi Kimia. Namun mahasiswa kimia mungkin belum memahami banyak apa itu ilusi positif yang dimaksudkan yang merupakan kata baru yang sedang ramai diperbincangkan berdasarkan tema tulisan Prof Hamdan pada Bona Fide (13). Belajar materi kimia umumnya mengajarkan sesuatu yang abstrak dan khayalan sehingga para mahasiswa maupun siswa diharapkan mampu berfikir abstrak dan berkhayal tetapi dari pikiran mereka dapat dinyatakan dan dibuktikan melalui berbagai eksperimen di laboratorium maupun dalam kehidupan sehari-hari. Kemungkinan berbeda dengan ilusi positif dalam bidang sosiologi atau sosial yang tentunya harapannya dalam kehidupan sosial manusia sehari-hari tanpa melalui eksperimen di laboratorium tetapi hanya dapat melihat fenomena kehidupan sosial manusia yang terjadi di sekitar kita. Misalnya dalam tulisan Bona Fide (13) bahwa ilusi positif yang dialami seorang duda berumur 90 tahun mampu berkhayal dan mempunyai kekuatan prima seperti anak muda sehingga dari kemampuan berkhayal yang dimiliki orang tua berumur 90 tahun tersebut dapat mempersunting seorang gadis berumur 20 tahun. Kebanyakan orang mengatakan bahwa belajar Kimia itu sulit namun untuk orang yang memang mempunyai minat atau jurusan disitu menganggapnya sebagai sesuatu yang mudah. Elusi yang hampir sama dengan istilah sosial yaitu ilusi sedangkan dalam istilah kimia bahwa elusi pelarut adalah melakukan penuangan sejumlah pelarut organik (polar/non polar) ke dalam suatu fase diam dari suatu proses pemisahan zat atau sampel kimia menggunakan adsorben berupa silika-gel alumina perbandingan (1:1) dalam suatu kromatografi kolom yang dialirkan secara terus-menerus (kontinu) dengan perlahan tetes demi tetes dari suatu elusi pelarut sampai terpisahkan/diperoleh zat organik / anorganik yang diinginkan. Jadi zat pengelusi berupa pelarut yang hanya bisa melarutkan dan membawa zat terlarut yang berikatan dalam suatu senyawa atau bercampur dalam suatu sampel kemudian dapat dipisahkan menjadi suatu senyawa murni yang dapat diidentifikasi lebih lanjut setelah melalui kromatografi kolom dengan menggunakan alat instrumen modern tergantung target yang akan diidentifikasi atau dianalisis, misalnya kromatografi gas atau kromatografi cair kinerja tinggi, dimana di dalamnya terjadi kemampuan elusi suatu zat pelarut yang bertindak sebagai fase gerak dengan membawa sejumlah komponen zat secara kontinu melewati kolom kapiler yang panjang dimana di dalamnya berisi silika gel alumina yang berfungsi sebagai fase gerak. Setelah itu zat terlarut yang di elusi akan terpisah secara perlahan2 dan berlangsung secara kontinu dan dilakukan secara teliti dan hati-hati. Demikian tulisan kami bermanfaat dan semoga Allah SWT memberikan nilai ibadah di sisiNya, aamiin Yaa Rabbal alamin.

Muhammad Syahrir Gassa

3/3/20261 min read

photo of white staircase
photo of white staircase

Konten postingan